PJJ dan Solusi bagi Dosen Hamil, menyusui dan mempunyai Balita

PJJ (Perkuliahan Jarak Jauh) atau E-Learning adalah suatu metode pengajaran dengan tujuan mengatasi permasalahan jarak antara Dosen/guru dengan Mahasiswa atau muridnya.  Intinya, PJJ adalah sarana pendukung. Metode ini menuntut keaktifan para pihak yaitu baik dosen maupun mahasiswa. Dosen harus bias merencanakan materi dan kegiatan perku;iahan. Mulai dari materi pokok, sub-pokok, bagaimana bentuk forum diskusi  atau pola interaksi, bentuk ujian dan kapan semua itu dilaksanakan.

businesscardsforyou.com

businesscardsforyou.com

Karena ini, benar-benar baru bagi saya, kalau boleh komentar, e-learning ini jauh lebih ribet daripada kuliah tatap muka langsung. Tapi judulnya, ini masih baru dipelajari dalam arti belum terbiasa. Kalau dilakukan secara terus-menerus, saya yakin saya bisa *overconfident pasca coffeebreak, mungkin efek kelebihan karbohidrat*. Meskipun ribet, tapi coba lihat niat dan maksudnya. Tujuannya supaya kita tidak Gaptek alias gagap teknologi dan ini semua untuk mempermudah kita baik sebagai dosen maupun mahasiswa.

Dalam mempelajari E-learning ini ada banyak aplikasi yang harus dipelajari dan digunakan. Semuanya baru bagi saya. Terus terang saya sering tidak kompak dengan Tutornya, kadang saya tertinggal jauuuh sekali misalnya materinya A-Z, tutor sudah sampai M saya masih B. tapi pernah juga dalam tahap yang lain, misalnya A-Z, tutor baru C saya sudah Q. ya begitu, sistemnya pakai trial dan error. Namun pada akhirnya sampai di Z bareng juga.

www.clipartreview.com

www.clipartreview.com

Sembari mengikuti pelatihan, dalam hati saya mikir, nanti kalau sudah selesai pelatihan, “so what gitu lho?” mau praktekkan dimana.. bukannya tidak percaya dengan metode atau system ini. Sungguh, ini cara sudah sangat canggih, yang saya belum percaya adalah orang-orang yang melaksanakan dan sarana prasarananya. Tidak semua orang sudah siap dan mau belajar cara metode ini gimana. Jangankan mahasiswa, dosennya aja padahal masih muda-muda kadang malas untuk memulai belajar hal baru khususnya di bidang IT ini. Lalu bagaimana dengan sarana dan prasarananya, misalnya komputernya dan aplikasinya, tentu harus disiapkan lengkap dengan maintenance rutinnya, karena barang kalau tidak dirawat apalagi elektronik macam computer, sebentar saja hancur alias rusak. Dalam hal ini, saya tidak anjurkan perkulihan bagi mahasiswa ditempat terpisah masing-masing tapi harus di sebuah Lab yang ada pengawasnya. Kemudian jaringan internetnya harus gaspol, sangat tidak lucu, lagi asyik PJJ, eh jaringannya nge-down. Dimana kelas berakhir dengan bubar.

AFWECWMCA1JS0H6CAE4A1P0CAKPMTPSCATL5FS3CABTM6CPCAUOLKC7CAYTNQOVCAE4ZG9DCADPVC8BCAN2U9H3CA7OR865CADFSCMBCAUX0EVLCAU6FHUWCA41N01NCA44VF05CAR40DYOCAEPIG0OWell, back to the tittle of this essay.. jadi apa hubungannya dengan ibu hami, menyusui dan mempunyai balita? Emangnya ada masalah?

Sabar-sabar, control emosi. Baiknya jaga talisilaturahmi *ini pengaruh infotainment yang sibuk bicarakan eyang subur* Begini ceritanya: Bagi dosen-dosen muda, usia produktif, masa-masa hamil, menunyusui dan membesarkan balita, bukan rahasia lagi masalah domestic sering menjadi permasalahan utama. Apalagi model dosen seperti saya, merantau jauh dari sanak keluarga, tidak ada tempat untuk persingahan seperti ortu yang bisa titip. Namun punya idealis dan semangat yang tinggi untuk memberikan ASI makanan terbaik bagi bayi dan juga percaya bahwa masa balita adalah golden age. Nah, ketika harus ngajar sebagai kewajiban pekerjaan, berarti harus tinggalkan si anak. Gitu juga dengan ibu-ibu yang sudah hamil tua. Kesian kalau harus berangkat dan pulang ke kampus sendiri naik sepeda motor sendiri pula.

Oleh sebab itu, menurut saya PJJ ini mestinya bisa diterapkan sebagai solusi bagi permasalah ibu hamil, ibu menyusui dan mempunyai balita. Toh, tidak lama. Ibu hamil tua sekitar usia kandungan 7 bulan, masa menyusui hingga anaknya usia 4 tahun. Setelah itu ngajarnya bisa seperti biasa tatap muka lagi. Bila UB, bisa terapkan ini, saya yakin UB semakin bermartabat, Allah justru akan semakin melimpahkan rahmatnya. Akan diketuk-Nya hati-hati dosen, mahasiswa dan karyawan untuk bisa bekerja dengan sepenuh hati dan berprestasi. Anak-anak Indonesia di masa depan, adalah anak-anak yang sehat dan cerdas. Bukan Cuma UB yang akan menjadi terdepan, bahkan Indonesia.

gagthat.com

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*