Pentingnya Zonasi dalam penggunaan dan peruntukkan tanah

www.skycrapercity.com

www.skycrapercity.com

Dalam penataan ruang, zonasi adalah bagian penting yang tidak boleh diabaikan. Melalui zonasi ditetapkan pada suatu wilayah diperuntukkan kegiatan apa saja, misalnya untuk perkantoran, pemukiman, industri atau ruang terbuka hijau dan ruang publik lainnya. Dengan zonasi ini juga dapat diketahui apakah  suatu ruang akan dilakukan alih fungsi atau tidak.

Zonasi sama saja artinya dengan rencana. Namun rencana saja tidak cukup untuk membuat orang-orang yang berhak atas bidang tanah untuk melakukan hal-hal sesuai dengan rencana yang dilakukan dalam zonasi. Karena itu dibutuhkan suatu aturan yang secara tegas dan rinci. Di Indonesia, pengaturan zonasi tertuang di dalam Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah yang dibuat bersama antara pemerintah kota atau kabupaten bersama anggota legislatif daerah yang melibatkan berbagai  elemen penting lainnya seperti perguruan tinggi, LSM dan organisasi masyarakat lainnya.

Peraturan zonasi ini selain sebagai rencana juga merupakan alat kontrol baik bagi pemerintah maupun masyarakat itu sendiri. Bagi pemerintah, dalam memberikan ijin semestinya peraturan zonasi menjadi ukuran apakah ijin atas apa yang diminta oleh masyarakat dapat diberikan atau tidak. Begitu juga dengan masyarakat, idealnya setiap akan membeli sebidang tanah yang perlu diketahui bukan saja apa status haknya seperti Hak Milik atau Hak Guna bangunan (HGB).

Sayangnya, hingga saat ini belum semua orang memahami arti penting zonasi tersebut. bahkan terkadang pemerintah itu sendiri yang sering melanggarnya. Sebagai contoh, lihat beberapa perumahan yang ada di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Surabaya. Bila kita tahu bagaimana idealnya suatu pemukiman, rasanya sulit menerima adanya suatu kenyataan yang terjadi seperti yang saya amati secara langsung kemaren (9/5/13).

www.properti.gangsir.com

www.properti.gangsir.com

Perumahan Delta Sari Sidoarjo adalah perumahan elite mungkin bila dikira-kira dengan bagunan seperti itu harganya berkisar 800juta-3 Milyar. Bila kita masuk ke areanya, boleh dikatakan sudah sangat maju hampir seperti kota sendiri. Semua kebutuhan bisa diperoleh disana. Namun sungguh sayang, perumahan ini berbatasan langsung dengan sebuah pabrik bahkan perumahan ini berada di belakang pabrik tersebut. Jalan masuk tepat disamping pabrik, sehingga bila kita membuka jendela mobil aroma tidak sedap dari pabrik sangat terasa menusuk hidung. Tapi anehnya, perumahan tersebut laku keras, banyak peminat dan makin hari harganya terus menanjak naik.

www.tokobagus.com

www.tokobagus.com

Selanjutnya, perumahan Puri Surya Jaya yang juga terletak di wilayah Sidoarjo. Hanya bedanya, kalau perumahan ini berbatasan langsung dengan Pergudangan. Memang tidak semua rumah, namun sebagian rumah berbatasan langsung dengan gudang hanya dipisahkan oleh tembok tinggi. Mungkin tidak semenonjol pabrik tapi bagaimana dengan dampak yang diberikan oleh isi atau produk yang disimpan di dalam gudang terhadap kesehatan masyarakat?

Melihat begitu banyaknya pabrik-pabrik dan gudang-gundang semestinya wilayah tersebut total untuk industri. Namun saya sendiri belum melihat secara detail bagaimana aturan zonasi di wilayah tersebut. Bisa jadi, sebelumnya memang total untuk industri tetapi belakangan kebutuhan pemukiman tak dapat dielakkan. sementara lahan yang tersedia secara luas tidak ada kecuali di wilayah ini yang kebetulan sudah lebih didirikan pabrik-pabrik dan Gudang.

Namun bagaimanapun jua, pentingnya zonasi serta peraturan harus dipahami oleh semua pihak, kalau ingin hidup kita di Indonesia semakin berkualitas. Oiya, hampir saja lupa, terus terang saya sangat geram melihat apa yang terjadi di jalan si gura-gura Kota Malang, tepatnya di sisi kanan di sisi jembatan sebelum pertigaan si gura-gura. ada bangunan beton tepat di atas kali. Kok bisa? dipinggir kali/saungai saja di larang apalagi tepat di atasnya sejajar dengan jembatan.

Membuat aturan zonasi itu sulit namun lebih sulit lagi dalam pelaksanaannya. sebab dibutuhkan kesadaran dan kemauan banyak pihak. bagaimana munculnya suatu kesadaran itu butuh proses. apalagi untuk membangkitkan kesadaran seluruh masyarakat di Indonesia. Butuh kerja keras, butuh pengorbanan dan butuh perjuangan.

Bicara tata ruang, pikiran saya jauh melayang.. bagaimana bila Indonesia tidak pernah dijajah oleh Belanda? tentu ada bangsa lain yang mau menjajah selain Jepang mungkin Inggris, Rusia dan negara-negara lainnya. Sebab Indonesia sangat kaya dan masih polos, sehingga banyak pihak lain yang ingin menguasai. Yang pasti kalau kita tak pernah di jajah Belanda tentu tidak pernah ada jalan Ijen di Malang, jalan Dago di Bandung, daerah kota baru Jogja atau jalan-jalan lainnya di Indonesia beserta bangunan dengan arsitektur kokohnya.

Mungkin paling maksimal kalau di Jogja seperti jalan-jalan sekitar keraton yang cukup muat untuk sepeda ontel dan kereta delman. Mungkin kalau di bandung, jalan-jalan sekeloa yang kalau mobil lewat harus menahan napas takut kesenggol. atau kalau di Malang seperti sepanjang jalan sumbersari-gajayana, yang sangat semerawut, tak ada lagi jalan untuk pejalan kaki, bangunan yang semakin mendesak ke arah jalan lalu ribetnya kabel listrik. Hal seperti ini, kalau ingin mau tidak mau harus ada proses ambil alih. kemudian di tata ulang, tapi karena sudah parah tentu biayanya semakin besar.

Oleh sebab itu, sebelum terlanjur, jalan Joyo Agung yang saat ini menjadi satu-satunya akses menuju perumahan Graha Dewata dan Villa Bukit Tidar, dimana kalau tidak salah lihat wilayah ini hampir semuanya menjadi zona pemukiman, harus sudah ditata dan diawasi. Lihatlah, ruko-ruko sudah mulai menjamur. Kalau mau dilebarkan jalannya mulailah dari sekarang jangan dibiarkan banyak dahulu bangunan yang didirikan.

www.perumahanmalang.wordpress.com

www.perumahanmalang.wordpress.com

www.perumahanmalang.wordpress.com

www.perumahanmalang.wordpress.com

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*